Efek Durasi Waktu Ekstraksi dan Fraksinasi terhadap Aktivitas Antioksidan Daun Bakau Api-Api Putih (Avicennia marina)

Safrina Dyah Hardiningtyas, Sri Purwaningsih, Ekowati Handharyani

Abstract


Api-api putih (Avicennia marina) merupakan salah satu jenis bakau yang melimpah di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu ekstraksi dan fraksinasi daun A. marina terhadap aktivitas antioksidannya. Serbuk daun A. marina dimaserasi dengan pelarut etil asetat pada durasi waktu ekstraksi selama 1, 2, 3, dan 4 hari. Sementara itu, fraksinasi ekstrak etil asetat dilakukan dengan kolom kromatografi secara isokratik. Aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar dan fraksi-fraksi dianalisis dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil analisis menunjukkan perlakuan selama satu hari merupakan durasi waktu ekstraksi terbaik untuk mendapatkan rendemen ekstrak (1,65±0,01 %) dengan aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 186,67±2,82 ppm). Eluen pengembang terbaik untuk fraksinasi ekstrak etil asetat adalah campuran eluen etil asetat: n-heksana (3:7), yang menghasilkan delapan fraksi. Namun, fraksinasi menurunkan aktivitas antioksidan pada fraksi-fraksi, dibandingkan dengan ekstraknya. Hal ini diduga disebabkan oleh efek sinergis antar senyawa dalam ekstrak. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk isolasi senyawa aktif yang terdapat ekstrak etil asetat daun bakau A. marina.

 

ABSTRACT
Grey mangrove (Avicenia marina) is one of the abundant types of mangrove in Indonesia, which can be used as a natural antioxidant source. This study aimed to determine the effect of extraction duration and fractionation on the antioxidant activity of A. Marina leaves. A. marina leaves powder was macerated by ethyl acetate solvent for 1, 2, 3, and 4 days. Meanwhile, fractionation was carried out using column chromatography with an isocratic method. The antioxidant activity of crude extracts and fractions was analyzed by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The result showed that one-day treatment was the optimum extraction duration to obtain the extract’s yield (1.65±0.01%) with the highest antioxidant activity (IC50 186.67±2.82 ppm). The best eluent in fractionation was a mixture of ethyl acetate: n-hexane (3:7) eluents, which produced eight fractions. However, fractionation reduced the antioxidant activity of fractions, compared to the crude extract. This might have happened because of the synergistic effect among compounds in the extract. Further research can be carried out to isolate the active compounds in the A. marina leaves extract.


Keywords


Avicennia marina; antioksidan; bakau; fraksinasi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jpbkp.v15i2.604

Article Metrics

Abstract view : 301 times
PDF - 226 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JPBKP adalah Jurnal Ilmiah yang terindeks :


Creative Commons License

ISSN : 1907-9133(print), ISSN : 2406-9264(online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.