Seminar Nasional BBRPPBKP: Inovasi Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Menuju Era Industri 4.0

Seminar Nasional Hasil Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP).  Kegiatan ini awalnya diadakan pada tanggal 1 Agustus 2009 dalam rangka ulang tahun berdirinya BBRP2BKP. Pada penyelenggaraan yang ke-10 tahun 2019, seminar ini mengangkat topik “Inovasi Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Menuju Era Industri 4.0”. Di bidang pengolahan produk perikanan, digitalisasi rantai nilai yang komprehensif mensyaratkan perusahaan untuk berbagi informasi dan mendesentralisasi proses pengambilan keputusan, yang tentunya merupakan perubahan signifikan dalam struktur manajemen perusahaan pada umumnya. Hanya saja belum banyak negara yang sudah melakukan investasi signifikan dalam industri 4.0, termasuk Indonesia. Indonesia memiliki wilayah pesisir dan lautan luas dengan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam ini memiliki peluang strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di era industri 4.0. Untuk itu,  pemanfaatan sumber daya laut perlu dioptimalkan.

Seminar diikuti 230 peserta yang terdiri dari 120 pemakalah oral, 28 pemakalah poster, serta para undangan dan peserta umum. Peserta seminar berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Brawijaya; institusi riset seperti LIPI dan BPPT, serta kalangan industri seperti PT. Indesso Aroma dan PT. Martina Berto, Tbk.

Kepala BBRP2BKP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta seminar sekaligus meyampaikan beberapa capaian BBRP2BKP, salah satunya adalah keberhasilan Squalen terindeks SCOPUS.

Pada pembukaan kegiatan seminar, BBRP2BKP juga meluncurkan buku dan aplikasi INAMARIN: Inventori Bahan Alam Laut Indonesia. INAMARIN merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BBRP2BKP berupa gudang data/inventori bahan alam laut yang ada di Indonesia. Dengan aplikasi ini, peneliti, akademisi, dan semua pemangku kepentingan dapat mengakses data ke lebih dari 800 senyawa, 435 species, 320 artikel dari 6 komoditas utama bahan alam laut Indonesia yaitu invertebrata (seperti spons, karang, moluska, teripang, dan tunikata), mikroorganisme (seperti bakteri dan kapang laut), ikan, rumput laut, mikroalga, dan mangrove. Selain dalam bentuk aplikasi, INAMARIN juga diterbitkan dalam bentuk buku basis data.

Foto 1 dan 2. Buku INAMARIN dan peluncuran aplikasi INAMARIN oleh Ka. BRSDMKP

 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Riset dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang dilakukan oleh Kepala BRSDM dan Bupati Tanah Bumbu serta disaksikan oleh Kepala BBRP2BKP. BRSDM dan Pemda Tanah Bumbu bersepakat untuk melakukan sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan di Kab. Tanah Bumbu yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Foto 2. Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Ka. BRSDMKP dan Bupati Kab. Tanah Bumbu

Rangkaian acara dibuka oleh Kepala BRSDMKP yang dalam sambutannya mengapresiasi peluncuran basis data INAMARIN dan berharap untuk dibuatnya basis data mengenai produk olahan ikan di Indonesia. Setelah itu Ka BRSDM juga berkenan melihat pameran produk-produk hasil riset BBRP2BKP yang ditampilkan. Salah satu produk yang menarik Ka BRSDM adalah produk skincare dari ekstrak teripang. Ka BRSDM meminta produk-produk tersebut ditampilkan di pameran dalam rangka Rakornas KKP tanggal 4-5 Desember 2019.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan pembicara kunci Prof. Dr. Indroyono Soesilo (Menteri Koordinator Kemaritiman 2014-2015, profesor riset BPPT) dengan topik peluang dan tantangan riset kelautan dan perikanan di era industri 4.0. Pembicara kedua adalah Prof. Cheng-Ming Chang dari National Taiwan Ocean University yang menyampaikan topik Strengthening Research Capacity and Competitiveness Towards Industry 4.0.  Pembicara ketiga adalah Dr. Dwiyitno yang mengangkat topik Inovasi Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Menuju Era Industri 4.0.

Sesi selanjutnya adalah presentasi poster dan presentasi di masing-masing bidang: Pengolahan Produk, Keamanan Pangan dan Lingkungan, dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Dia akhir kegiatan, panitia mengumumkan presenter oral terbaik di tiap bidang, presenter poster terbaik, dan presenter poster terfavorit. Penutupan kegiatan dilakukan di masing-masing kelas dengan memutar video penutupan oleh Kepala BBRP2BKP.

(KWA)