Jurnal Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology Resmi Terindeks Scopus

Salah satu proses dalam pengelolaan jurnal bereputasi pasti akan melalui apa yang dinamakan indeksasi. Indeksasi adalah pendaftaran jurnal pada lembaga pengindeks bereputasi. Lembaga pengindeks akan membantu mempromosikan jurnal yang
diindeksasikan kepada publik. Jika jurnal telah terindeks di banyak database, maka secara tidak langsung akan memudahkan sitasi secara global. Dengan meningkatnya sitasi jurnal, maka reputasi jurnal otomatis akan naik.

Salah satu lembaga pengindeks bereputasi tinggi yang dikenal secara internasional adalah Scopus yang dimiliki oleh penerbit elsevier. Scopus menyediakan sistem penilaian untuk mengukur apakah sebuah jurnal ilmiah memiliki dampak signifikan atau tidak. Sistem penilaian ini dikenal dengan Scimago Journal Rank (SJR). SJR akan menilai sejauh mana jurnal ilmiah memiliki dampak scientific atau tingkat pengaruh berdasarkan hubungan sitasi oleh jurnal ilmiah lain pada periode tertentu (biasanya 2 tahun). Dengan adanya Scopus, para peneliti bisa mengukur dan menentukan dimana akan menerbitkan jurnal atau artikel ilmiahnya.

Jurnal atau artikel ilmiah yang telah terindeks oleh Scopus artinya telah melalui seleksi yang sangat ketat. Kualitas dan kredibilitas suatu jurnal akan dilihat dan direview secara seksama sebelum diindeks ke dalam basis data Scopus. Oleh karena itu jurnal, prosiding, buku, dan terbitan artikel ilmiah yang telah terindeks oleh Scopus memiliki nilai kredit dan reputasi yang tinggi bagi dosen atau peneliti.

Pada tanggal 26 November lalu Jurnal Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology (Squalen: Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan – http://sinta.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=3405) resmi terindeks di scopus. Capaian ini tidak lepas dari proses panjang dan perjuangan tim pengelola jurnal BBRP2BKP di bawah komando Prof. Ekowati Chasanah sebagai chief editor dan dukungan dari Prof. Hari Eko Irianto selaku Kepala BBRP2BKP.

Dengan prestasi ini semoga para peneliti, perekayasa maupun dosen lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan disiplin ilmu pascapanen dan bioteknologi kelautan dan perikanan akan lebih bersemangat menghasilkan karya tulis ilmiah untuk dimuat dalam Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology – https://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/squalen-bulletin/index.php/squalen/index.
Saat ini di Kementerian Kelautan dan Perikanan telah ada 2 jurnal yang terindeks scopus, yaitu Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology dan Indonesian Aqualculture Journal yang dikelola oleh Pusat Riset Perikanan.

(AB)