Implementasi Kerjasama Penelitian Bahan Aktif Laut antara BBRP2BKP dengan PT. Martina Berto

Penelitian tentang eksplorasi senyawa bioaktif dari organisme laut harus berakhir pada end product yang dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri maupun masyarakat pesisir. Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun 2018 Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) dan PT. Martina Berto telah menyepakati Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang penelitian pemanfaatan bahan aktif laut untuk kosmetika. Sebagai implementasi dari PKS tersebut, pada hari Selasa, 22 Januari 2019 telah dilakukan pembicaraan antara tim peneliti dari BBRP2BKP dan PT. Martina Berto yang langsung dipimpin oleh direktur Corporate Creative & Innovative Marta Tilaar Group, bapak Kilala Tilaar.

PT. Martina Berto merupakan perusahaan nasional terkemuka yang bergerak di bidang kosmetika, jamu dan personal care dengan beberapa brand terkemuka seperti Sari Ayu, Biokos, Mirabella, Rudi Hadisuwarno, dan lain-lain. Pada sisi lain, BBRP2BKP merupakan salah satu institusi terkemuka dan menjadi center of exellence penelitian bahan aktif laut di Indonesia yang memiliki kapabilitas melakukan penelitian bahan aktif laut. Kolaborasi penelitian bahan aktif laut untuk produk kosmetika yang dapat dihilirisasikan menjadi prospek yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. BBRP2BKP dengan kekuatan sarana dan SDM-nya akan berperan di bagian hulu penelitian, melakukan berbagai teknik ekstraksi, skrining khasiat in vitro, karakterisasi bahan aktif laut, dan lain-lain, sedangkan PT. Martina Berto akan lebih banyak berperan lebih ke arah hilir, seperti formulasi, uji manfaat in vivo, uji stabilitas produk, up-scaling , studi kelayakan dan lain-lain.

Hal penting yang dihasilkan dalam pembicaraan tersebut adalah disepakatinya rumput laut merah dan teripang sebagai sumber bahan aktif yang akan diteliti dan dikembangkan bersama. Harapannya pada akhir tahun 2019 sudah dihasilkan prototipe produk kosmetika berbasis rumput laut merah ataupun teripang. Selain itu, akan dilakukan pula skema pendanaan riset kolaborasi dengan memanfaatkan sumberdana eksternal.

(MN).

Click to Hide Advanced Floating Content