Udang Antartika Pemecah Mikroplastik

Euphausia superba di akuarium Australian Antarctic Division’s di Hobart, Tasmania. Photograph: Rob King/AFP/Getty

BBRP2BKP, 14 Maret 2018

Dilansir dari laman The Guardian (www.theguardian.com) 12 Maret 2018, udang dari Antartika (Euphausia superba) mampu mendegradasi mikroplastik menjadi ukuran nano. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Australia ini merupakan yang pertama didunia dan dipublikasikan pada jurnal Nature Communications.

Penelitian yang diketuai oleh Dr. Armanda Dawson dari Griffith University, Australia ini menemukan bahwa Euphausia superba mampu mendegradasi butiran polyethylene dengan diameter 31.5 mm menjadi partikel berukuran diameter lebih kecil dari 1 mm. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan di akuarium dengan penambahan mikroplastik ini juga menunjukan bahwa sebanyak 94% mikroplastik yang terdegradasi mempunyai ukuran yang lebih kecil dari ukuran awal.

Setelah lima hari Euphausia superba ini ditempatkan pada kondisi lingkungan yang bebas mikroplastik, tidak ditemukan partikel mikroplastik di dalam tubuhnya. Hal ini menunjukan bahwa partikel mikroplastik tersebut tidak terakumulasi dalam tubuh, melainkan dikeluarkan setelah menjadi partikel yang lebih kecil. Sehingga tidak akan membahayakan rantai makanan diatasnya seperti paus.

Tetapi udang Antartika ini bukanlah solusi untuk mengatasi polusi mikroplastik di laut, imbuh Dawson. Nanoplastik ini hanya mambuat mikroplastik lebih mudah dimakan oleh binatang lain, nanoplastik yang terbentuk juga mungkin sumber polutan baru bagi laut dalam. Ini disebabkan karena penelitian terbaru dari Newcastle University menemukan bahwa partikel plastik juga ditemukan didalam hewan pada kedalaman 11 km di lautan Pasifik.

Dawson juga mengatakan bahwa mikroplastik yang didegradasi udang terlalu kecil untuk dideteksi oleh sebagain besar survei kandungan plastik di lautan, yang berarti bahwa tingkat polusi plastik mungkin lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.

Dr. So Kawaguci, ahli biologi udang dari Australian Antarctic Division yang merupakan anggota tim penelitian ini juga mengatakan bahwa udang antrtika ini sangat efektif untuk mendegradasi mikroplastik, sehingga nano plastik yang terbentuk akan memiliki interaksi yang berbeda dengan lingkungan laut dan diperlukan penelitian untuk mengetahuinya.

Mikroplastik merupakan plastik dengan diameter kurang dari 5 mm dan udang antartika tidak dapat memakan makanan dengan diameter lebih dari 2 mm. Mikroplastik yang termakan akan dihancurkan dalam lambung yang berfungsi seperti mesin penghancur.

Dawson juga berasumsi bahwa jenis krustasea yang lain mungkin dapat melakukan hal yang sama, hanya saja belum dilakukan penelitian terhadapnya. Selain itu apakah udang antartika mampu melakukan hal yang sama terhadap mikroplastik jenis fiber seperti jarring ikan dan benang dari kain juga belum diketahui. Analisis global oleh peneliti Amerika menunjukan sampah plastik terlalu tinggi untuk dapat diatasi, tingkat polusinya hampir permanen di lingkungan kita.

Berita selengkapnya dapat di lihat pada laman Science, The Guardian

Sumber: Article “Krill found to break down microplastics – but it won’t save the oceans” by Calla Wahlquist, The Guardian Science Correspondent.

(https://www.theguardian.com/environment/2018/mar/12/krill-can-turn-microplastics-into-nanoplastics-study)

Ditulis kembali oleh, Gintung Patantis