Tablet Evervescent Probiotik Untuk Lingkungan Tambak Udang

Hari Rabu, (01/08/18) peneliti Kelompok Bioteknologi Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan Perikanan (BBRP2BKP), Ibu Devi Ambarwaty Oktavia, S.T, MP hadir sebagai pembicara pada Learning Session di Gedung Mina Bahari 4, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Topik yang dibahas pada kegiatan Learning Session kali ini adalah “ Tablet Evervescent Probiotik untuk Lingkungan Tambak Udang” yang berhasil dipaparkan secara menarik. Pemaparan tersebut dimoderatori oleh Bapak Ir. Pujoyuwono, M.Si.

Penelitian dilakukan di tambak udang Maros, Sulawesi Selatan. Ide inovasi tablet evervescent probiotik untuk tambak udang didapat, akibat dari sulitnya distribusi probiotik cair ke tambak-tambak udang di daerah lain, serta diperlukan biaya besar untuk pendistribusiannya. Tablet evervescent dianggap lebih praktis dan murah dalam proses pendistribusian.

Pada pemaparan yang dimoderatori oleh Bapak Ir. Pujoyuwono, M.Si ini, Devi menyampaikan bahwa fungsi Tablet Evervescent Probiotik ini  adalah  memperbaiki kualitas air tambak sehingga diharapkan dapat mengurangi infeksi bakteri vibrio dan WSSV (White Spot Syndrome Virus) pada udang.  Bakteri yang terdapat pada probiotik tersebut adalah Brevi bacillus. Rata rata Survival Rate (SR) tambak udang tradisional di Sulawesi Selatan adalah 17%, sedangkan Survival Rate dari tambak yang diberi perlakuan penambahan probiotik dengan tablet evervescent adalah 16,4% hingga 46,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tablet evervescent memiliki efektivitas lebih baik dibanding dengan penambahan probiotik cair yang dilakukan secara tradisional.

Tantangan dari pengamatan efektifitas Tablet Evervescent Probiotik pada tambak udang adalah iklim dan cuaca yang berubah ubah, sehingga mempengaruhi kondisi alkalinitas, kandungan amonia dan nitrit tambak udang, maka dar itu diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan perlakuan musim dan cuaca yang berbeda.

(TS)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.