RSNI 2018 dari BBRP2BKP

Agar produk dalam negeri Indonesia bisa bersaing dengan produk lain maka perlu ditetapkan suatu Standar Nasional Indonesia. Tujuan dari SNI adalah untuk meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja dan masyarakat lainnya baik untuk keselamatan, keamanan, kesehatan maupun kelestarian fungsi lingkungan hidup, membantu kelancaran perdagangan serta untuk mewujudkan persaingan usaha yang sehat dalam perdagangan. Melalui SNI, produsen dapat mengetahui kejelasan kualitas produk yang harus dihasilkan sehingga terjadi persaingan yang  lebih adil. Pada sisi yang lain konsumen mengetahui kualitas produk yang ditawarkan sehingga dapat melakukan evaluasi baik terhadap mutu maupun harganya.  Selain itu, melalui SNI pemerintah dapat melindungi produk dalam negeri dari produk-produk luar yang murah tapi tidak terjamin kualitas maupun keamanannya, dan meningkatkan keunggulan kompetitif produk dalam negeri di pasaran internasional. SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis  dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Beberapa hasil penelitian BBRP2B dapat digunakan salah satunya sebagai bahan untuk menyusun Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) khususnya pada produk kelautan dan perikanan, baik yang pangan ataupun non pangan. Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari  kamis 12 April 2017 dilakukan rapat teknis membahas RSNI khusus untuk produk perikanan non pangan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengolahan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan BSN.  Dalam pertemuan tersebut, ada 5 RSNI yang dibahas,  2 diantaranya berasal dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk Dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Kedua RSNI tersebut adalah RSNI Pengujian Antioksidan Senyawa Bahan Alam Perairan dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Spektrofotometri yang disusun oleh Nurrahmi Dewi Fajarningsih, M.Biotech (adv) bersama Dr. Muhammad Nursid serta RSNI Rumput Laut Kering yang disusun oleh Ir. Jamal Basmal, M.Sc. RSNI lain dari BBRP2B yang juga direncanakan untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya adalah RSNI Deteksi Formaldehid Alami pada Produk Perikanan yang di susun oleh Dr. Hedi Indra Januar dan Ir. Farida Ariyani, MApp.Sc.  Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2017, BBRP2B juga sudah mengusulkan RSNI Preparasi Bahan Baku Rumput Laut Coklat untuk Industri Farmasi (disusun oleh Dr. Dedi Noviendri) dan saat ini sudah ditetapkan sebagai SNI.

(M.Nursid)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.