Rencana Kerja Sama Pengembangan Produk Rumput Laut Dengan Zanzibar, Tanzania

BBRP2BKP menerima kunjungan dari Zanzibar Agricultural Research Institute (ZARI) dan the State University of Zanzibar (30/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Zanzibar, Mr. Ali Mohamed Shein, tahun 2018 lalu. Kunjungan Presiden Zanzibar membuka potensi penjalinan kerja sama antar kedua negara, utamanya dalam bidang agrikultur.

BBRP2BKP yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Teknis, memperkenalkan profil BBRP2BKP sebagai institusi riset di bawah Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan yang telah melakukan berbagai riset di bidang pengolahan produk, keamanan pangan dan lingkungan, serta bioteknologi kelautan dan perikanan.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan delegasi Zanzibar, Mr. Suleiman S. Mohamed yang juga merupakan Direktur ZARI, menyampaikan paparan mengenai potensi Zanzibar dan sekilas tentang ZARI. Pertanian merupakan sektor kedua terbesar yang menopang perekonomian Zanzibar, setelah sektor jasa. Sebanyak 70% dari populasi Zanzibar bekerja dalam sektor pertanian, dimana 59% merupakan petani sayur. Komoditas ekspor utama Zanzibar adalah cengkeh dan rumput laut. Jenis rumput laut yang banyak di ekspor adalah Kappaphycus dan Euchema yang sebagian besar dijual dalam bentuk mentah (kering). Untuk itu, ZARI ingin memperkuat riset pengembangan produk rumput laut untuk mengurangi ekspor rumput laut mentah.

, Dr. Bagus S.B. Utomo, peneliti bidang pengolahan produk BBRP2BKP, memaparkan hasil riset rumput laut yang telah dilakukan oleh BBRP2BKP, antara lain alginat untuk pengental dan pewarna tekstil, semi refined dan refined carrageenan dari Euchema, pupuk cair dari limbah Sargassum, papan partikel dari limbah rumput laut, pengharum ruangan, maupun teh rumput laut.

Pertemuan ini juga mendiskusikan lingkup kerja sama potensial antar kedua negara seperti joint research pengembangan produk rumput laut, pengembangan kapasitas dan pertukaran ahli. Rencananya hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti oleh  Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dituangkan dalam bentuk MoU.