Proposal Penelitian Pengembangan Tablet Effervescent Halobacter untuk Peningkatan Kristal Garam – BBRP2BKP Lolos Program INSINAS Gelombang 1 – 2019

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dalamĀ Pengumuman Penerima Insentif Riset SiNas 2019 Gelombang I, proposal penelitian dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) dinyatakan lolos Program INSINAS Gelombang 1 tahun 2019. Penelitian yang berjudul Formulasi dan Aplikasi Sediaan Tablet Effervescent Halobacter Sebagai Pemacu Pembentukan Kristal Garam di Tambak Garam Rakyat ini diketuai oleh Asri Pratitis, M.Sc .

Asri mengatakan bahwa yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kondisi garam nasional yang masih memiliki kualitas dan kemurnian yang rendah, yaitu kandungan NaCl <90%. Pada pembentukan kristal garam, terdapat peran penting dari bakteri halofilik yang hidup secara alami di tambak garam. Hasil penelitian terdahulu telah dibuktikan bahwa penambahan bakteri halofilik dari luar lingkungan tambak garam dapat meningkatkan kadar NaCl garam yang dihasilkan.

Selama ini kultur bakteri halofilik dilakukan di laboratorium yang jauh dari tambak garam, sehingga masalah transportasi menjadi kendala utama dalam aplikasi bakteri halofilik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu metode praktis yang dapat mempermudah transportasi sediaan bakteri halofilik dari laboratorium ke tambak garam rakyat yang lokasinya tersebar di daerah pesisir. Sediaan bakteri dalam bentuk tablet effervescent merupakan langkah praktis yang akan menjawab permasalahan tersebut.

Diharapkan dengan penelitian ini pemanfaatan bakteri halofilik sebagai inducer alami pada proses pembentukan garam dapat menyebar ke berbagai lokasi pesisir penghasil garam. Selain itu, petambak garam tradisional juga dapat meningkatkan kualitas garam dengan mengaplikasikan metode pembuatan garam yang ramah lingkungan.

Proposal penelitian ini melanjutkan kesuksesan peneliti BBRP2BKP dalam program INSINAS setelah pada tahun sebelumnya lima proposal berhasil mendapatkan dana dari program INSINAS 2017 dan 2018.

(GP/AP)