Penyebarluasan Hasil Litbang Guna Tingkatkan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

img_0077-300x200

Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (P3DSPBKP),  Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, KKP menggenjot peran lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia dengan menggelar Penyebarluasan Hasil Litbang Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan yang bertajuk “ Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk Kesejateraan Masyarakat”, Selasa  (4/10/2016).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala P3DSPBKP, Nugroho Aji dalam sambutannya pada pembukaan acara Penyebarluasan Hasil Litbang  Tahun 2016 di Aula Sofyan Ilyas, P3DSPBKP,  Jakarta.

“Berdasarkan data World Economic Forum 2016/2017, indeks daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-41 dari 138 negara;  terus menurun dari peringkat 34 pada tahun 2014 dan 37 di tahun 2015? jelas Aji dalam sambutannya.

img_0100-300x200

Kedudukan Indonesia masih kalah dari negara tetangga di Asia Tenggara, sebagai contoh Singapura bertengger di peringkat ke-2 dalam laporan World Economic Forum 2016 ini.

Oleh karena itu, peran lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) menjadi sangat penting, salah satunya untuk mendongkrak daya saing sehingga industri perikanan kita dapat berkompetisi di dunia global, dapat menggerakkan roda ekonomi yang pada akhirnya mampu menyejahterakan rakyatnya.

Pada kesempatan ini, hadir pembicara ahli di bidang peningkatan daya saing yaitu Dr. Arif Satria (Dekan FEM – IPB) dan Prof. Endang Sukara (Peneliti Utama LIPI).

Menurut Dr. Arif Satria Daya Saing, jumlah produk kelautan dan perikanan di Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara lain dikarenakan minimnya inovasi dan invensi yang dilakukan.

 “Kurangnya inovasi dan tidak berani bersaing dengan negara lain merupakan problem utama di negeri ini, dan untuk para peneliti jangan asik sendiri dengan dunianya” ujar Arif.

Foto Kegiatan Seminar

Peneliti harus berkembang mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan. Salah satu masalah penyebab rendahnya daya saing Indonesia adalah alih teknologi hasil litbang tidak berjalan dengan baik padahal untuk negara tetangga kita yang sama-sama negara berkembang sudah berjalan dengan baik.

Prof. Dr. Endang Sukara, narasumber dari LIPI, menyampaikan bahwa pengembangan marine natural resources sebagai sumber bahan aktif laut menjadi produk unggulan Indonesia belum optimal. “Jumlah dan kualitas peneliti di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain yang berimbas pada rendahnya daya saing” jelas Endang.

Endang menambahkan,kegiatan penelitian dan pengembangan dalam rangka peningkatan daya saing tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya promosi. Saat ini tercatat ada 22 perusahaan synthetic biology di seluruh dunia, tetapi belum satu pun yang berdiri di Indonesia, padahal sumber daya alam negara kita sangat luar biasa baik keragaman jenis maupun jumlahnya.

Acara penyebarluasan hasil litbang ini juga diikuti dengan kegiatan pameran hasil litbang berupa produk olahan hasil perikanan dan rumput laut, produk test kit uji cepat untuk formalin dan bahan tambahan berbahaya lainnya, produk bahan aktif dari sponge, teripang dan rumput laut serta alat-alat pengolahan perikanan hasil rancangan P3DSPBKP.  Tidak kurang dari 160 peserta hadir pada acara tersebut terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, industri serta pejabat lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.