Pengembangan Peta Spasial Dan Sidik Jari Dna Untuk Konservasi Sumber Daya Hayati

 

Dalam rangka sinergitas Lembaga PUI, Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) mengadakan Workshop Pengembangan Peta Spasial dan Sidik jari DNA Sumber Daya Genetik (SDG) Pertanian pada hari Selasa, 24 Juli 2018 bertempat di Ruang Mikrobiologi Lantai 2 BB Biogen Kampus Penelitian, Bogor. Workshop dibuka oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi BB Biogen, Ir. Tri Puji Priyatno, M.Agr.Sc, Ph.D yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kekayaan SDG pertanian menjadi keunggulan komparatif Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Untuk itu, peran Balitbangtan menjadi penting dalam hal konservasi SDG. Salah satu upaya yang telah dirintis adalah dengan membuat Bank Gen yaitu database koleksi dasar (base collection) dan koleksi aktif (active collection) SDG pertanian yang dilakukan melalui pemetaan spasial berbasis web.

Pembicara pertama, Bapak Hakim Kurniawan, SP, MP, mensosialisasikan peta spasial SDG berbasis web yang telah dikembangkan Balitbangtan sejak 2012. Peta tersebut merupakan peta interaktif yang menyajikan informasi status keberadaan SDG lokal pertanian Indonesia dari segi kuantitas dan sebaran dalam bentuk data spasial dan data tubular (teks). Peta tersebut nantinya dapat menjadi sistem peringatan dini terjadinya erosi genetik SDG lokal pertanian Indonesia dan diharapkan dapat memfasilitasi pembaharuan data mengenai status SDG lokal pertanian di masing-masing daerah.

Pembicara kedua adalah Dr. Dwinita Wikan Utami, M.Si yang menyampaikan materi Pemanfaatan Sidik Jari DNA sebagai Identitas SDG. Disampaikan bahwa sidik jari DNA sangat penting untuk registrasi dan proteksi varietas SDG (mencegah terjadinya ‘pembajakan’ varietas), deteksi keragaman genetik/kekerabatan SDG, manajemen plasma nutfah dan pengungkapan potensi genetik “tersembunyi” pada SDG.

Peserta workshop terdiri dari peneliti dari BB Biogen dan berbagai lembaga penelitian lingkup Balitbangtan diantaranya Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Balai Penelitian Serealia, Balai Penelitian Tanaman Hias, Balai Penelitian Buah, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Balai Penelitian Tanaman Palma, dan Balai Besar Penelitian Veteriner. Workshop diikuti juga oleh lembaga penelitian dari luar Balitbangtan seperti BBRP2BKP – Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sinergitas ini akan jajaki potensi kerja sama kegiatan antar lembaga PUI, seperti rencana penelitian pemetaan genetik kedelai antara BB Biogen dengan Balitkabi. Sinergi BB Biogen dengan Balithi juga akan diwujudkan dalam kerja sama penelitian sidik jari dan mikropropagasi DNA anggrek. Kerja sama penyusunan database SDG pertanian juga akan segera dilakukan dengan Balitbu, Balittas, dan Balitro.

Melalui kegiatan sinergi kali ini diharapkan masing-masing lembaga PUI dapat mengoptimalkan kemampuan dan keunggulannya sebagai lembaga litbang.

(KWA)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.