Peneliti BBRP2B menjadi salah satu penerima dana hibah program Demand Driven Research Grant (DDRG), COREMAP-LIPI 2018

BBRP2BKP, 3 April 2018

Proposal penelitian dari BBRP2BKP yang berjudul “Pengembangan Suplemen Anti Hipertensi Halal Berbasis Peptida Kolagen dari Teripang Lokal” menjadi salah satu penerima dana hibah penelitian untuk program Demand-Driven Research Grant (DDRG) yang diselenggarakan oleh COREMAP-LIPI. Proposal penelitian yang diketuai oleh Dr. Ariyanti Suhita Dewi ini dinyatakan lolos bersama 12 proposal lainnya setelah melewati dua tahap proses seleksi dengan menyisihkan 386 proposal lainnya.

Program DDRG yang bersumber dari dana Bank Dunia tersebut merupakan inisiasi penelitian dalam rangka peningkatan luaran hasil penelitian yang implementatif, siap pakai dan berdampak nyata. Hal ini didasarkan pada orientasi klien atau pengguna dan permintaan atau kebutuhan terhadap suatu riset, pengembangan maupun inovasi. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengubah pola output-based focus menjadi value-based outcome, bersifat unggul, multi- atau inter-disiplin, multi-institusi, multiyears, dan multiresources. DDRG juga harus mempunyai luaran (output) yang terukur, berkualitas, dan jelas pengguna akhirnya.

Penandatanganan kontrak kerjasama antara BBRP2B dan LIPI dilakukan pada hari Senin (02/03/2018) di kantor Pusat Penelitian Oseanografi, Ancol dengan dihadiri oleh Dr. Dirhamsyah, MA selaku Kepala P2O LIPI. Dalam sambutannya, Dr. Dirhamsyah, MA menyatakan bahwa riset yang didanai harus bersifat aplikatif dan terukur. Pelaksana penelitian juga harus patuh terhadap regulasi yang berlaku dengan mengurus hal-hal terkait perijinan pengerjaan penelitian baik di laboratorium maupun di lapangan.

Dr. Ariyanti dan team, Ir. Yusro Nuri Fawzya, Gintung Patantis M.Biotech dan Prof. Hari eko Irianto,  berharap riset anti hipertensi dari teripang lokal ini dapat memberikan peningkatan nilai tambah teripang lokal dan mendorong kemandirian nasional dalam produksi nutrasetika. Penelitian yang berkolaborasi dengan Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Institut Pertanian Bogor ini direncanakan akan dikerjakan selama dua tahun penelitian.

(GP/ASD)

 

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.