Paparan Dan Diskusi Tentang Peluang Dan Tantangan Perikanan Indonesia Di Mea Bersama Dr. Achmad Poernomo

Pada hari Selasa, 21 Maret 2017 dilaksanan diskusi dan paparan dengan narasumber Dr. Achmad Poernomo staff ahli menteri kelautan dan perikanan bidang ekonomi, sosial dan budaya. Paparan yang disampaikan bertema “PERIKANAN DAN KELAUTAN DI MEA : PELUANG DAN TANTANGAN”. Acara tersebut dihadiri oleh peneliti-peneliti ex Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (P3DSPBKP) dari kelti pengolahan produk, keamanan pangan dan lingkungan serta kelti bioteknologi. Pada kesempatan kali ini Dr. Achmad Purnomo menyampaikan tentang perkembangan produksi perikanan Indonesia baik dari sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya maupun pasca panen. Menurut Dr. Achmad Poernomo Indonesia merupakan negara yang memilki luas perairan terbesar di ASEAN dan memilki potensi sumberdaya perikanan yang sangat menjanjikan, akan tetapi pemanfaatannya masih kurang optimal.

Dalam paparannya Dr. Achmad Purnomo juga menjelaskan bahwa kebijakan sektor perikanan kelautan yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan sekarang sudah mengarah kepada peningkatan kapasitas produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya salah satunya adalah pelarangan kapal asing untuk menangkap sumberdaya perikanan tangkap Indonesia serta penguatan budidaya intensif di beberapa daerah. Hal tersebut sudah membuat posisi Indonesia meningkat dalam hal produksi perikanan baik tangkap dan budidaya menjadi yang tertinggi di ASEAN bahkan di level ASIA hanya kalah dengan Republik Rakyat Cina (RRC).

Akan tetapi kehebatan produksi perikanan Indonesia tersebut kurang diimbangi dengan penanganan yang baik di atas kapal ataupun pada  pasca panen sehingga membuat harga produk perikanan Indonesia masih kalah dibanding dengan negara ASEAN lain seperti Thailand dan Vietnam. Kedua negara tersebut sudah mulai menjadikan sektor perikanan menjadi sektor unggulan dalam MEA berbeda dengan Indonesia yang malah tidak menjadikan sektor perikanan menjadi sektor unggulan dalam MEA. Hal tersebut perlu diwaspadai oleh Indonesia. Dr. Achmad Poernomo menekannkan bahwa peningkatan kualitas produk perikanan Indonesia untuk meningkatkan nilai jualnya dipasaran merupakan tantangan dan hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia.

Setelah paparan Dr. Achmad Purnomo acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh kakelti keamanan pangan dan lingkungan Dr. Singgih Wibowo. Diskusi dilaksanakan dalam dua sesi dan berjalan secara interaktif. Melalui acara tersebut peneliti-peneliti ex Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan merasa menjadi semakin terbuka wawasannya mengenai kondisi yang sektor perikanan dan kelautan Indonesia yang terjadi saat ini serta peluang dan hambatan yang dihadapinya. Dr. Achmad Purnomo pada akhir acara memberikan pesan kepada para peneliti P3DSPBKP agar terus memperkuat organisasinya terutama dalam hal penyediaan data-data dukung sektor pasca panen perikanan Indonesia berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mendukung posisi perikanan dan kelautan Indonesia dalam MEA.(giri)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.