MENGINTIP CARA NUDIBRANCH (SIPUT LAUT) MENGHADAPI PREDATOR

(Sumber: Karen L. Cheney, School of Biological Sciences, University of Queensland)

 

BBRP2BKP, 5 April 2018
Siput laut adalah hewan bertubuh lunak yang digolongkan ke dalam filum Moluska. Karena tidak dilengkapi dengan cangkang sebagaimana moluska lainnya, siput laut mempertahankan diri dengan memanfaatkan senyawa beracun yang diperoleh dari makanannya. Senyawa kimia tersebut disimpan di dalam suatu kompartemen khusus di bagian kulitnya. Cara penyimpanan senyawa tersebut penting dilakukan untuk menghasilkan mekanisme pertahanan yang efektif sekaligus menghidari efek autotoksik senyawa beracun tersebut oleh tubuhnya.

Untuk mengetahui bagaimana nudibranch berevolusi menghadapi predator, Anne E. Winters, PhD, peneliti dari School of Biological Sciences, University of Queensland Australia melakukan penelitian terhadap akumulasi dan distribusi senyawa pertahanan diri dari 19 spesies nudribranch dari golongan Chromadorididae. Mereka menemukan bahwa senyawa yang lebih beracun cenderung disimpan di bagian mantel/kulit nudibranch daripada di bagian organ dalamnya.

Anne E. Winters, PhD  menegaskan bahwa terdapat perbedaan pola penyimpanan senyawa oleh spesies nudibranch baik di kulit maupun organ dalam. Pola penyimpanan senyawa metabolit pada Chromadorididae, dapat dikelompokan menjadi 3; jumlah senyawa yang ditemukan lebih banyak, sama atau lebih kecil  di kulit daripada di organ dalam.

Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan pada Journal of Chemical Ecology ini menjelaskan pentingnya lokasi penyimpanan senyawa pertahanan diri terutama di bagian tubuh terluar yang bersifat mencolok untuk menarik predator. Penyimpanan senyawa toksik pada bagian tepi kulit akan mudah terdeteksi oleh predator sehingga predator akan menyerang bagian tubuh tersebut lebih dahulu. Lebih lanjut, kemampuan nudibranch Chromodorid untuk mengkonversi senyawa yang bersumber dari makanannya menjadi lebih beracun dan menyimpannya di dalam kulit merupakan salah satu bentuk evolusi dari siput laut untuk beradaptasi pada lingkungan.

Dr. Ariyanti, salah satu peneliti BBRP2BKP yang bertanggungjawab untuk mengidentifikasi jenis senyawa tersebut menambahkan, penelitian dasar mengenai idenifikasi senyawa kimia dari organisme laut dan fungsi ekologisnya perlu dilakukan untuk menguak seluk beluk interaksi organisme dengan lingkungan, walaupun tidak secara langsung memberikan manfaat bagi manusia.

(ASD/GP)

Sumber:
Article: Anne E. Winters, Andrew M. White, Ariyanti S. Dewi, I. Wayan Mudianta, Nerida G. Wilson, Louise C. Forster, Mary J. Garson, and Karen L. Cheney. “Distribution of Defensive Metabolites in Nudibranch Molluscs.” Journal of chemical ecology (2018): 1-13.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.