Learning Session : Mikroorganisme Penghasil Enzim Selulase

Salah satu peneliti BBRPPBKP Dr. Ifah Munifah, M.Si menjadi narasumber pada acara Learning Session BRSDM, Rabu (18/4) membawakan topik mengenai Mikroorganisme Penghasil Enzim Selulase  dan Potensinya Sebagai Pendegradasi  Limbah Padat Industri Agar-Agar.

Berlimpahnya komoditas rumput laut, baik alami maupun budidaya telah menjadikan Indonesia sebagai pemasok bahan baku rumput laut terbesar ke-2 setelah Cina. Salah satu hasil olahan rumput laut yang sampai saat ini paling potensial dan bernilai ekonomis adalah agar-agar. Agar-agar biasanya diperoleh dari beberapa jenis rumput laut merah seperti Gracillaria sp dan Gelidium sp .

Saat ini di Indonesia terdapat 10 industri agar-agar skala industri dan beberapa skala usaha kecil dan menengah (UKM). Selain perbedaan pada skala usaha, terdapat pula perbedaan pada cara pengolahan dan limbah yang dihasilkan pada akhir proses produksi. Pada skala industri kebanyakan sampah organik yang dihasilkan hanya akan berakhir menjadi limbah padat yang dianggap tidak lagi memiliki nilai guna. Padahal limbah padat ini masih memiliki kandungan selulosa yang dapat digunakan sebagai sumber energi atau bahan baku mentah yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selulosa, salah satu komponen karbohidrat yang terdapat pada limbah dari proses produksi agar-agar, merupakan kerangka struktural semua jenis tumbuh-tumbuhan. Penggunaan terbesar selulosa di dalam industri diantaranya berupa serat kayu dalam industri kertas dan produk kertas dan karton. Pengunaan lainnya sebagai serat tekstil yang bersaing dengan serat sintetis. Untuk aplikasi lebih luas, selulosa dapat diturunkan menjadi beberapa produk, antara lain Microcrystalline Cellulose, Carboxymethyl cellulose, Methyl cellulose dan hydroxypropyl methyl cellulose.  Produk-produk tersebut dimanfaatkan antara lain sebagai bahan antigumpal, emulsifier, stabilizer, dispersing agent, pengental, dan sebagai gelling agent.

Eksplorasi mikroorganisme pendegradasi limbah padat pada industri agar-agar (rumput laut merah) dan potensinya untuk menghasilkan enzim pendegradasi limbah padat ini merupakan salah satu penelitian inovatif untuk mengambil nilai guna limbah padat sisa hasil industri agar-agar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal (zero waste). Hasil penelitian tersebut diantaranya dapat diterapkan untuk memproduksi pupuk hayati (biofertilizer) yang saat ini masih diteliti lebih lanjut.

(Arif)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.