LEARNING SESSION : Menelaah Potensi dan Pemanfaatan Rumput Laut di Indonesia

Kepala BBRP2BKP, Prof. Hari Eko Irianto, bertempat di Gedung Mina Bahari 1, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (21/03/18) menjadi moderator pada acara LEARNING SESSION dengan judul  Produksi Karaginan dan Diversifikasi Produknya pada Pangan dan Kosmetik yang disampaikan oleh Dr. Ellya Sinurat dari Kelompok Peneliti Pengolahan Produk. Learning Session kali ini, yang mengambil tema : Potensi Pemanfaatan Rumput Laut di Indonesia, juga menampilkan pembicara dari Pusat Riset Kelautan,  Dr. Nur Azmi Ratna Setyawidati, dengan topik Seaweeds: A Hidden Treasure.

Pada pemaparannya, Dr. Nur Azmi Ratna Setyawidati menitik beratkan pada sebaran rumput laut dan potensi alginat pada suatu kawasan tertentu di Indonesia. Sementara Dr. Ellya menyampaikan bahwa sebagai bahan pangan dan kosmetik, Refined Carageenan (RC) yang diekstrak dari rumput laut memiliki potensi nilai jual sangat tinggi. Selama ini, rumput laut kering diekspor dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga jual setelah diproduksi menjadi Refined Carageenan (RC). Indonesia memiliki banyak wilayah yang berpotensi untuk mengembangkan produksi RC, salah satunya di Tual, Maluku, namun sampai saat ini Indonesia masih mengimpor RC dari China untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu kendala yang dihadapi dalam mengembangkan produksi RC adalah ketersediaan air tawar yang terbatas di wilayah yang berpotensi tersebut.  Pada kesempatan ini, peneliti senior BBRP2BKP, Prof. Ekowati Chasanah juga memberikan masukan untuk dilakukannya penelitian produksi karagenan yang ramah lingkungan tanpa penggunaan bahan-bahan kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.