Kolaborasi BBRP2B dan PT. Martina Berto untuk Kosmetika Laut

Gambar 1. FGD komersilaisasi bahan aktif laut 12 Oktober 2017 yang menjadi momen awal inisiasi kerjasama antara BBRP2B dengan PT. Martina Berto.

 

Laut indonesia kaya dengan kandungan bahan aktif laut yang tersimpan dalam beragam biota dan habitat yang ada di dalamnya.  Potensi bahan aktif laut tersebut perlu dieksplorasi sehingga bernilai secara ekonomi. Dalam hal ini konsep Academician, Business, Goverment and Community (ABGC concept) seharusnya dijalankan agar tujuan pengembangan dan hilirisasi bahan aktif laut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia riset dengan pihak industri sangat penting untuk dilakukan.  Salah satu aksi yang dilakukan oleh BBRP2B dalam rangka hilirisasi bahan aktif laut adalah dengan melakukan kolaborasi dengan mitra industri nasional, dalam hal ini PT. Martina Berto.

Inisiasi kerjasama antara Balai Besar Riset Pengolahan Produk saat masih terus berlangsung. Proses komunikasi dimulai ketika BBRP2B mengundang PT. Martina Berto dalam Focus Group Discussion Komersialisasi Bahan Aktif Laut untuk Industri obat pada 12 Oktober 2017.  Dalam acara FGD tersebut dibicarakan kemungkinan kerjasama riset untuk mengembangkan bahan aktif laut sebagai bahan kosmetik. Kemudian pada pada tanggal 16 Januari 2018,  Corp. Creative and Innovation Director Bapak Kilala Tilaar yang didampingi oleh Corp. Advanced Research and Evaluation Center Head Ibu Maily berkunjung ke BBRP2B untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut.  Pada tanggal 9 Maret 2018, kepala BBRP2B Prof. Dr. Hari Eko Irianto didampingi dengan staf bagian kerjasama dan beberapa peneliti berkunjung ke PT. Martina Berto di kawasan industri Pulo Gadung Jakarta. Dalam pertemuan tersebut mulai dibahas secara detail poin-poin kerjasama dalam mengembangkan bahan aktif laut sebagai ingredients kosmetika. Pertemuan lanjutan dilakukan pada tanggal 13 September 2018 bertempat di PT. Martina Berto Pulo Gadung. Beberapa poin krusial dalam pertemuan tersebut dapat disepakati diantaranya mengenai ruang lingkup riset, HKI, sharing fasilitas laboratorium dan pengujian, hak dan kewajiban masing-masing serta durasi riset. Kerangka acuan kegiatan yang menjadi panduan teknis dalam melakukan riset bersama serta mekanisme royalti yang mesti dibayar masih dalam pembicaraan lebih lanjut.

Dukungan regulasi dan komitmen yang kuat baik dari pihak BRSDM KKP maupun PT. Martina Berto sangat diperlukan dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Kita semua berharap bahwa proses kerjasama riset dan pengembangan bahan aktif laut antara BBRP2B dan PT Martina Berto dapat berjalan dengan baik sehingga mendatangkan manfaat buat bangsa Indonesia.

(MN).

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.