Kerjasama Riset Pemanfaatan Biopolimer Untuk Pengembangan Implan Tulang

Guna mempercepat adopsi teknologi oleh pengguna dan masyarakat luas, riset-riset aplikatif bidang pasca panen kelautan dan perikanan semakin diperkuat dan ditingkatkan. Salah satu riset aplikatif yang tengah dikembangkan oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) adalah pemanfaatan alginat dan karaginan sebagai bahan baku non pangan, utamanya untuk produk kesehatan. Alginat dan karaginan dipilih sebagai bahan baku karena karakteristiknya sebagai produk hidrokoloid yaitu komponen polimer yang mampu membentuk koloid, bersifat larut dalam air dan mengentalkan atau memiliki kemampuan membentuk gel.

Untuk itu, BBRP2BKP telah menggandeng Pusat Teknologi Material, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan riset bersama dalam hal pemanfaatan bahan biopolimer (alginat dan karaginan) untuk pengembangan implan tulang. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan di Ruang Suyuti Nasran – BBRP2BKP pada tanggal 2 November 2018 dihadiri oleh Kepala BBRP2BKP (Prof. Dr. Hari Eko Irianto), Direktur Pusat Teknologi Material – BPPT (Dr. Mahendra Anggaravidya), peneliti dan staf Seksi Kerjasama BBRP2BKP dan staf BPPT. Tujuan perjanjian ini adalah untuk melakukan sinergi riset teknologi biopolimer sebagai bahan baku penunjang untuk menghasilkan prototipe implant biokeramik hidroksiapatit dan sebagai bahan baku penunjang untuk pelapisan (coating) implant logam. Direncanakan, kerjasama ini akan dilakukan selama tiga tahun hingga 2021.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BBRP2BKP dan Direktur Pusat Materi memperkenalkan institusinya terkait riset-riset unggulan, sumber daya manusia serta fasilitas-fasilitas yang dimiliki masing-masing institusi. Sebagai tindak lanjut akan disusun kerangka acuan kegiatan sebagai acuan pelaksanaan kerjasama dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjanjian kerjasama tersebut.

(KWA)

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.