Kepala BBRP2BKP dorong peran aktif KBI di tingkat Nasional dan Internasional

 

Pada Hari Rabu (1/07), Kepala Balai BBRP2BKP menghadiri Rapat Rutin Konsorsium Bioteknologi Indonesia yang diadakan di Institut Teknologi Indonesia, Serpong.  Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua KBI periode 2017 -2019, Siswa Setyahadi, PhD.  Pada kesempatan ini, Ketua KBI menyampaikan pentingnya bagi peneliti/dosen/pelaku bioteknologi di Indonesia untuk menjadi anggota Asian Federation of Technology (AFOB) karena dibandingkan negara Asia lainnya, anggota AFOB dari Indonesia masih sangat sedikit.  Keanggotaan peneliti Indonesia sebagai anggota AFOB akan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mejadi ketua untuk periode kepengurusan AFOB berikutnya yang saat ini dipegang oleh Taiwan.

Pada kesempatan ini, Prof. Hari Eko Irianto, menyampaikan pentingnya memperbaharui data Buku Putih kegiatan Bioteknologi di Indonesia sehingga masing-masing  anggota dapat mengikuti perkembangan terkini kegiatan penelitian Bioteknologi. Selain itu perlu ditingkatkan peran aktif KBI di organisasi berbasis Bioteknologi lainnya baik nasional maupun internasional serta menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya terkait isu produk Bioteknologi yang masih menjadi perdebatan hangat dan gencar di publikasikan. Untuk itu kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sangat penting dilaksanakan agar dapat menjaring masukan dan isu isu terkini mengenai kemajuan Bioteknologi Indonesia.  Pada rapat ini disepakati untuk mengadakan FGD bertepatan dengan kegiatan International Conference On Green Agro-Industry  and Bioeconomy yang diadakan oleh Universitas Brawaijaya, Malang pada tanggal 18 – 20 Sepetember 2018.  Tema yang akan diangkat pada FGD kali ini adalah Penguatan Implementasi Bioteknologi untuk Kemandirian Pangan dan Pertanian.  Peserta FGD akan dibatasi dengan mengundang pihak-pihak yang dapat memberikan kontribusi terhadap tema FGD.  Selain pelaksanaan FGD, Eksistensi  KBI sendiri perlu lebih ditingkatkan dengan publikasi artikel ilmiah populer di media cetak dan audio visual sehingga wawasan masyarakat mengenai produk Bioteknologi lebih terarah. Kegiatan publikasi ini diharapkan dapat rutin dilakukan melalui bank artikel dengan anggota KBI sebagai kontributor dan Ketua KBI sebagai editor sehingga publikasi dapat dikontrol melalui satu pintu.

Kegiatan Rapat diakhiri dengan presentasi mengenai Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Institut Teknologi Indonesia, yang disampaikan oleh Ketua Program Studi, Bapak Dr. rer.nat Abu Amar.  Disampaikan bahwa Program Studi Teknologi Industri  ini didirikan dengan tujuan meluluskan mahasiswa yang mempunyai kompetensi di bidang Teknologi Proses, Rekayasa Sistim dan Manajemen. Untuk itu, kegiatan belajar mengajar dilengkapi dengan laboratorium Biologi, Biokimia, Mikrobiologi, Teknologi Fermentasi, Teknologi Penglahan dan laboratorium Kultur Jaringan. Laboratorium pada Program Studi ini juga dikerjasamakan untuk kegiatan praktikum mahasiswa Universitas Terbuka.

(DSZ).

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.